Press Release (Per 30 Maret 2020 – Edisi ke 2) Analisis Digital Terkait Dampak Pandemi COVID-19

Updated: Jun 26, 2020

RINGKASAN

  • Hingga akhir Maret 2020, aktifitas transportasi online terus mengalami penurunan. Berdasarkan data rata-rata jumlah pengguna harian, penurunannya diperkirakan mencapai 17 persen selama 1 bulan terakhir

  • Adanya wabah COVID-19 dan kebijakan Work From Home (WFH) tidak serta merta meningkatkan pengguna aktif e-commerce

  • Berdasarkan data traffic website maskapai penerbangan, industri penerbangan nasional mengalami penurunan sebesar 44 persen selama 1 bulan terakhir

  • Berdasarkan data traffic website biro wisata dan perhotelan, industri pariwisata dan perhotelan nasional secara rata-rata mengalami penurunan sebesar 55 persen selama 1 bulan terakhir

  • Adanya kebijakan work from home yang dimulai pada tanggal 15 Maret 2020 berdampak pada peningkatan pengguna aplikasi pendidikan berbasis online

  • Aplikasi Ruangguru menjadi aplikasi pendidikan yang paling populer dan mengalami peningkatan pengguna aktif mencapai 77 persen

  • Pengguna aktif harian aplikasi zoom di Indonesia melonjak hingga 183 persen semenjak diberlakukannya kebijakan WFH

  • Terdapat lonjakan yang sangat signifikan pada keyword “PHK” di hampir semua lini masa seperti media sosial dan situs berita online

  • Masyarakat Indonesia mulai bergerak secara swadaya untuk mendukung pemerintah maupun tenaga kesehatan mengatasi pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan lonjakan keyword “relawan” selama beberapa waktu terakhir serta adanya kampanye positif dengan hashtag #diRumahAja


ANALISIS DAMPAK COVID-19


A. Applikasi Transportasi Online

Pengguna aktif transportasi online terus mengalami penurunan yang signifikan. Gojek dan Grab masing-masing mengalami penurunan sekitar 14 dan 16 persen pada rentang 19-26 Maret 2020. Penurunan signifikan terjadi setelah pemerintah mulai menggalakkan kebijakan WFH dan mulai meliburkan sekolah pada minggu kedua Maret 2020.

B. Applikasi E-Commerce

Secara umum, jumlah pengguna aktif e-commerce relatif stabil. Terdapat beberapa kemungkinan hal ini bisa terjadi. Pertama, terjadi shifting perdagangan dimana sebagian konsumen e-commerce melakukan migrasi keluar kota-kota besar dan beralih pada perdagangan konvensional. Di sisi lain terdapat peningkatan pembelian secara online bagi masyarakat yang yang masih tetap tinggal di perkotaan. Trade-off ini mengakibatkan aggregate perdagangan via e-commerce relatif stabil. Kedua, terdapat kemungkinan bahwa masyarakat masih belum beralih pada jual beli online karena masih tersedianya barang-barang kebutuhan di pasar tradisional dan supermarket.


C. Website Industri Penerbangan

Secara umum, aktifitas penerbangan nasional mengalami penurunan drastis selama 2 minggu terakhir. Maskapai Citilink, Lion Air dan Batik Air adalah diantara maskapai yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, aktifitas penerbangan maskapai Garuda Indonesia masih cukup stabil sejak satu bulan terakhir. Terdapat dua dugaan utama mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama, dengan asumsi bahwa maskapai Garuda Indonesia cenderung menyerap penumpang kelas menengah-atas dibandingkan kelas bawah, dapat diprediksi bahwa mobilitas kelas menengah-atas masih tetap terjadi di tengah pandemik Covid-19. Dengan kemampuan finansialnya, kelas menengah-atas tetap melakukan mobilitas di antaranya untuk mencari tempat yang lebih aman dan menghindar dari episentrum COVID-19, atau melakukan perjalanan bisnis untuk mengantisipasi dampak COVID-19. Kedua, terdapat kemungkinan maskapai selain Garuda Indonesia melakukan pengurangan volume penerbangannya.


D. Applikasi Industri Pariwisata

Industri pariwisata dan perhotelan Indonesia menjadi industri yang sangat terpukul akibat adanya wabah COVID-19. Situs perjalanan Traveloka misalnya mengalami penurunan hingga 60 persen dalam satu bulan terakhir. Penurunan juga terjadi disemua situs perjalanan wisata dan perhotelan lainnya seperti tiket.com, trivago.co.id, pegipegi.com maupun nusatrip.com. Hal ini akan berdampak langsung pada sektor bisnis lainnya yang berkaitan dengan perhotelan dan pariwisata seperti jasa penyewaan kendaraan, kuliner, jasa agen perjalanan ataupun usaha souvenir.


E. Applikasi Pendidikan Online

Aplikasi pendidikan kian popular ditandai dengan meningkatnya jumlah pengguna aktif semenjak diberlakukannya kebijakan belajar dari rumah. Aplikasi Ruangguru menjadi yang paling popler dengan peningkatan pengguna aktif harian sekitar 77 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Menurut analisis kami hal ini bisa terjadi karena dampak dari kebijakan yang menggratiskan akses bagi seluruh pelajar di Indonesia. Selain itu, faktor brand yang sudah menjadi top of mind juga menjadi salah satu faktor pendorong mengapa aplikasi ini lebih populer dan mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan pesaingnya.


F. Applikasi Kebutuhan Pokok

Hal ini bisa jadi karena masyarakat masih memilih untuk berbelanja secara offline di warung-warung yang menjual kebutuhan sehari-hari, atau di pasar tradisional yang masih beroperasi. Secara umum konsumen dari kebutuhan sehari-hari adalah ibu rumah tangga, dimana persentase penggunaan aplikasi online masih kalah banyak jika dibandingkan dengan berbelanja secara langsung atau offline.


E. Applikasi Kesehatan Online

Isu kesehatan yang berkaitan dengan Corona meningkatkan jumlah pengguna aktif aplikasi kesehatan. Selama 1 minggu terakhir, pengguna aktif aplikasi Halodoc mengalami peningkatan hingga 10 persen, begitu juga dengan aplikasi Alodokter yang mengalami peningkatan hingga 14 persen.


F. Aplikasi Meeting Online

Kebijakan WFH membuat pertemuan tatap muka menjadi tidak bisa dilakukan. Hal ini membuat aplikasi online meeting dipilih sebagai alternatif bagi para pebisnis, pemerintah ataupun masyarakat umum untuk tetap bertemu dan berkomunikasi. Dapat dilihat pada grafik di atas, secara keseluruhan penggunaan aplikasi online meeting meningkat setiap minggunya, dan hingga minggu keempat bulan ini peningkatan yang sangat signifikan berhasil diraih oleh aplikasi Zoom dengan peningkatan hingga 183 persen. Sebenarnya layanan online meeting bukanlah hal yang baru, namun dengan adanya kebijakan WFH membuat aplikasi ini menjadi primadona yang sangat diandalkan di saat pandemik COVID-19.


REKOMENDASI KEBIJAKAN

  • Pemerintah harus terus berkoordinasi dengan lembaga terkait baik itu pemerintah daerah, pelaku usaha, buruh, mitra transportasi online, maupun masyarakat untuk menemukan jalan terbaik mengatasi dampak COVID-19.

  • Aplikasi pendidikan, kesehatan, maupun aplikasi antar sembako menjadi alternatif yang tepat ditengah pandemi COVID-19. Namun demikian, secara aggregate, jumlah pengguna aplikasi tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang terdampak langsung oleh COVID-19


Data, methodologi dan limitasi studi

Data dan methodologi yang digunakan untuk menganalisis traffic dari website atau aplikasi digital adalah berdasarkan pendekatan similarweb dengan menganalisis berbagai instrumen, diantaranya data crawling, data publik, partner eksternal, serta data panel terkait tren dari website atau aplikasi terkait. Angka diatas tidak mencerminkan angka pasti dari traffic website atau aplikasi tersebut, melainkan prediksi dengan menggunakan machine learning dan prediksi algoritma dengan teknik Bayesian. Total mentions dengan keyword tertentu didapatkan dari big data dengan metode web crawling


573 views0 comments

Recent Posts

All Data Analytics

Analisis Digital terkait Pandemi Covid-19 bagi Indonesia
Publish
Digitalisasi Antrean Untuk Mendukung Penerapan Physical Distancing Dalam Penanganan Pandemi COVID-19
Analisis Digital Terkait Sentimen Masyarakat Terhadap Tokoh Publik (Edisi Ke-4)
Show More

Informations

Our Partner

qbot

Follow Us

  • Twitter

Tel. +62-821-1316-5452

By using this site you agree that we can place cookies on your device. See our Privacy Promise and Cookie Policy for details.
©2020 Statqo. All Rights Reserved.